Baitii... Jannatii... ^_^

TuLisAn-TuLisAn, CorEtan dLl...

Blog EntryNaik KelasJun 27, '08 6:48 AM
for everyone

Alhamdulillah,, hari jum'at tanggal 27 bulan juni tahun 2008... Aku Naik Kelas.. ^^^^

hhuhuhuu..... Terima kasih ya Allah, aku bisa naik kelas dan mendapatkan nilai yang memuaskan.. ^^ Alhamdulillah aku dapat peringkat 3 ... aku senang sekali. aku tidak pernah mendapat peringkat setinggi ini sebelumnya... terima kasih ya Allah... aku bisa mendapat nilai bagus dengan usahaku selama ini.. mungkin ini hikmahnya tidak mencontek ya.. hehehe.... Ya Allah, terima kasih ya Allah.. berikanlah yang terbaik bagi semuanya.. amin.. ^__^


Blog EntryMenangisi diri sendiri???Jun 22, '08 4:39 AM
for everyone
“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

mm.. aku berfikir sebentar ttg kata-kata ini.. aku gak tau juga sich, apa ini hadist / bkn.. tapi kata-kata ini bagus dan bermakna... apa maknanya?? aku juga nggak tau.. hehehe..

mungkin ketika kita menangisi seseorang yang sudah meninggal, dan apa bila dia bisa menceritakan pengalaman sakaratul mautnya, kita akan menangisi diri kita sendiri. karena begitu banyak dosa-dosa kita terhadap Allah. Apalagi di masa modern ini, Islam sudah sulit, begitu banyak perbedaan pendapat antara ulama-ulama, ada istilah islam KTP lah, macem-macem.. banyak yang ngaku agamanya islam, tapi nggak pakai jilbab, atau pakai jilbab tapi tidak menutupi dada, terus ada yang pacaran, bukannya sudah jelas di AlQur'an bahwa kita dilarang mendekati zina... tetapi buktinya??? kita malah mendekatinya... mm... lebih baik kita bertaubat sekarang aja yuk! aku bukan ngajak kalian aja lho.... aku mengajak terutama pada diri sendiri... karena aku juga takut bila aku menangisi diriku sendiri... begitu banyak dosa kita... mungkin menggunung kali ya???

So, Karena ada waktu,, lebih baik skarang aja.... ngapain??? ya, bertaubat... nggak boleh sombong dong sama Allah! kita diciptakan Allah untuk menyembahnya dan mencari pahala agar di izinkan masuk ke surganya... lebih baik kita mulia di mata Allah dari pada mulia di mata Manusia... jadi, kalau nggak sekarang, kapan lagi dong???

Afwan bila ada salah kata-kata dan semua ya.. Syukran...
di sini juga ada kok... http://inasbasymeleh.blogspot.com/2008/06/menangisi-diri-sendiri.html

Blog EntryHari ini, buat kue!!!Jun 21, '08 6:20 AM
for everyone
Bisillaahirrahmaanirrahiim.....

21 juni 2008

Hari ini, aku kerumah temanku... namanya Nisrina... di sana aku bersama teman liqo' ku.. acaranya sih liqo' sama buat kue sama-sama.. asyik sekali.. nama murobbiahnya mbak Amel dan mbak eli. jadi pertama kita baca Al-Qur'an, hafalan, amal, lalu buat kue! kuenya sih bukan kaya' kue tar atau yang sampai di oven.... kue kecil-kecilan... bulet-bulet.. hihihi.. akhirnya kita membuatnya bersama.. Seru sekali... gampang banget buatnya! pakai coklat banyaaaak banget.


lalu, jadi deh! di taburi meses... masukin kulkas.. sambil nunggu, kita lanjutkan liqo' nya. biasanya aku dan teman-temanku liqo'nya di masjid Al-falah sebelah sekolah. tapi kali ini kita berkunjung ke rumah.... pas kuenya dah agak dingin, makan deh!! asyik, enak banget! walaupun terlalu manis. ada coklatnya, biskuit, kacang, Wuih! beraneka rasa.. tapi agak enek sih kalau ke banyakan.. Terus di sana kita makan Bakso! hahaha.... jadi acara makan nih... tapi enak juga ya, berkumpul bersama menjalin ukhwah yang manis .... sambil makan lagii! ^_^


lalu kita sholat asar... terus, menutup liqo' dengan penutup majelis.... hehehe... itu jam 4 lebih 5 menit sore.. hehehe... Dan, semuanya pulang, kecuali aku dan salah satu temanku, Aida.


aku dan Aida menunggu di jemput. akhirnya aku dan Aida menunggu di depan masjid dekat situ. Akhirnya, aku dan Aida berbagi cerita.. Walau yang banyak bercerita Aida, aku sangat senang. dia pintar, baik.. dari caranya berbicara dengan campur-campur istilah-istilah dalam islam, aku jadi sadar, masih banyak sekali kekuranganku.. aku masih harus belajar agar bisa seperti dia... betapa banyak sekali kekuranganku.. aku jadi agak iri.. hehehe.... tetapi dengan begini aku jadi bisa termotivasi untuk lebih maju.. Terimakasih Aida... dan terimakasih untuk semua. dan untuk mbak amel dan mbak eli yang mengadakan liqo', aku jadi bisa menjalin ukhwah dengan teman-temanku yang jauh... dan first, Thanks to Allah... ^_^

Blog EntryUKS???Jun 13, '08 7:29 PM
for everyone
 Nah, ini dia... hal yang paling menyebalkan di sekolah.. yaitu, kita mau lomba UKS tingkat Nasional hari Kamis...!!!  itu membuat tugas-tugasku bertambah! apa lagi aku di jurnalistik bagian wawancara dan meliput! wah, belum lagi buat mading yang di REMAS (REmaja Masjid).. aaaaa..!!!! bertambahlah tugas ku! apalagi di tambah stres takut nggak naik kelas... hehehe... do'akan aku ya.. dan juga lomba UKSnya.. supaya menang. kalau menang nanti tahun depan nggak ikut lagi! hehehe...
UKS itu kan Usaha Kesehatan Sekolah.. benar juga kata teman ku.. kenapa harus di lombakan?? apa nanti akan berlanjut terus setelah lomba selesai?? percuma kan keluarin uang banyak-banyak hanya untuk lomba ini?? harus nya itu di budiayakan.. bukan di lombakan!!
kalau nggak salah itu kata temanku.. lagi pula waktu lomba kemarin, UAS nya sampai di tunda-tunda gara-gara lomba. jadi sekolah lain dah ujian, sekolah ku belum.... terus yang dulu juga, saat lomba UKS, sudah jam 13.30 guru-guru belum sholat dzuhur gara-gara ngelanyani juri tak berjilbab itu.. jadinya saat itu aku sholat sendiri.. biassanya kalau sudah adzan kita langsung sholat berjamaah.. tapi gara-gara UKS, ya begini jadinya...
Sudah lah, lebih baik aku ambil hikmahnya saja... tapi, gara-gara UKS, aku jadi terbiasa dengan warna hijau nya deh..... hehehehe...

Blog EntryKutunggu kalian di surgaJun 13, '08 6:58 AM
for everyone

[diambil dari Majalah Permata edisi 03/Tahun 7/Juli 2002

Dua puluh lima tahun sudah usia pernikahanku. Alhamdulillah, aku telah dikaruniai empat orang anak, Firdaus (23 th), Nikmah Syahidah (20 th), Nurul Azizah (10 th), dan Akhmad Fikri (3 th). Kami merasa cukup dengan apa yang kami miliki, walaupun secara materi kehidupan keluarga kami sangatlah pas-pasan. Bahkan dengan penuh perhatian, istriku selalu membimbing dan mengingatkan anak-anakku untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya. Itulah yang membuat aku ikhlas untuk meninggalkan mereka demi untuk dakwah Islam. Aku tidak merasa gentar dengan semua cobaan yang menimpa mereka karena Allah-lah yang akan menjadi penolong dan pelindungnya.

“Bi, ada telpon ! “panggil Nikmah.

Panggilan Nikmah membuatku harus menghentikan pekerjaanku. Bergegas aku menuju ke telpon. Setelah kuterima telpon, aku menghampiri Nikmah yang sedang menyuapi Fikri. ” Nikmah, Ummi mana ?” tanyaku pada anak perempuanku yang selalu membantu Umminya merawat adik-adiknya.

“Di belakang Bi, sedang nyuci pakaian”, jawab Nikmah.

Benar, kudapati istriku sedang mencuci pakaian. Walaupun begitu, tak pemah kulihat istriku mengeluh ataupun marah karena kerjaan di rumah begitu banyak. Bahkan di depanku dan anak-anak selalu menampakkan wajah yang ceria, walaupun kondisi badannya sedang letih dan tidak enak badan. Ya..Allah, aku bersyukur kepada-Mu di masa yang sulit ini istriku masih tetap tabah dan sabar.

Memang, semenjak pimpinan di perusahaan tempat aku kerja mengetahui aku terlibat dengan gerakan yang ingin menerapkan hukum-hukum Allah dengan cara menegakkan Khilafah Islamiyyah–, pimpinanku langsung mem-PHK-ku. Apalagi, semenjak penguasa negeri ini bekerja sama dengan AS dan sekutu-sekutunya untuk menumpas habis para dai yang ingin memperjuangkan Islam. Semua lapangan pekerjaan menjadi tertutup. Banyak dari kalangan pejuang Islam yang kesulitan mencari nafkah untuk keluarganya. Bahkan anak-anak mereka pun tidak bisa sekolah, termasuk anak-anakku.

“Mi!” panggilku dengan lembut, seraya memegang tangannya. Sejenak aku merasakan betapa kasar tangan istriku, karena semua pekerjaan berat dia kerjakan sendiri. Berbeda pada waktu ketika kami baru menikah, kami masih sanggup mempekerjakan pembantu.

“Ummi capek?” tanyaku penuh perhatian.

“Nggak kok, Bi. Cuma kurang tidur aja, semalam Fikri nangis terus. Badannya panas.? Tapi, Alhamdulillah, sekarang Fikri sudah nggak apa-apa.” jawab istriku datar.

“Bener, Ummi nggak apa-apa?” tanyaku dengan nada tidak percaya.

“Duuh, Abi masak nggak percaya sih sama Ummi” ia meyakinkanku.

“lya deh percaya,” sahutku.

Masak sih Abi nggak percaya sama Ummi. Ummi itu kan orangnya tegar, rajin, cantik, pinter, penyayang, pengertian, keibuan lagi.” godaku.

Ah, Abi. Ummi jadi malu nih, dipuji gitu!” wajah istriku merah merona. Walaupun dalam kondisi yang sulit ini aku berusaha menghibur hati istriku. Karena semenjak situasi negeri ini berubah, istriku lebih banyak di rumah.

ooOoo

“Fikri, ayo mulutnya dibuka! Ak … ak … emm!” bujuk Nikmah kepada Fikri seraya menyuapi.

“Hayo … tinggal dua sendok lagi. Cepet dihabiskan, nanti keburu

dimakan mbak Nurul Iho.”

“Mbak, minta dong, Fik!” goda Nurul yang dari tadi sedang asik dengan buku Sirah Nabawinya.

“Tuh… kan, mbak Nurul minta! Ayo, buka lagi mulutnya.” seru Nikmah,

“ak … ak, iya pinter. Kalau makannya banyak nanti cepet besar, biar bisa nemenin

Abi.”

Terus terang aku merasa bangga dengan anak-anakku. Semua tumbuh dan berkembang dengan norrnal. Aku tidak mau membeda-bedakan kasih sayang di antara mereka. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk mereka. Aku tidak hanya ingin anak-anakku mulia di mata manusia, namun lebih dari itu aku ingin mereka mulia di sisi Allah. Aku ingin mereka menjadi pengemban dakwah. Aku ingin mereka menjadi pejuang-pejuang Islam. Karena dengan Islamlah mereka akan mulia.

Alhamdulillah, keinginan seperti ini bukan hanya keinginanku, ternyata istriku juga bercita-cita demikian. Memang aku dan istriku berasal dari latar belakang yang sama, yaitu sama-sama aktivis dakwah. Maka wajarlah kalau keinginanku dan keinginan istriku sama. Dan aku pikir memang harus seperti itulah cita-cita kaum muslimin.

“Bi, … Abi kok bengong?” sapa istriku,

” Nih, Ummi bikinkan teh hangat. Di minum dulu Bi biar badan lebih enakan.”

Entah, setiap aku melihat wajah istriku, aku semakin sayang. Bahkan, seakan-akan semua masalah jadi hilang. Terlebih lagi, kalau aku memandang wajahnya hatiku menjadi tentram.

“Bi, Abi kok bengong lagi? Abi, mikirin apa? ” Tanya istriku dengan lembut.

“Nggak kok, Mi.” jawabku datar.

“Abi cuma mau ngomong sama Ummi, kalau sebenarnya Abi itu…….” sengaja aku tidak melanjutkan kata-kataku, supaya istriku penasaran.

“Sebenarnya apa Bi? tanya istriku penasaran. Aku pun tetap diam.

“Aah Abi…. Ummi jadi semakin penasaran nih,” kata istriku tidak sabar.

“lya deh, sebenarnya…. Abi itu…..” kembali aku tidak melanjutkan kata-kataku, supaya istriku bertambah penasaran.

“Tuh kan, Abi mulai lagi.” gerutu istriku dengan manja.

“lya deh, ini beneran.” Kataku membujuk. Sambil memandangi wajahnya kupegang tangannya, aku pun melanjutkan kata-kataku.

” Mi…, sebenamya Abi itu sangat sayang sama Ummi. Abi cinta sama Ummi.”

Kulihat wajah istriku merah merona seraya menundukkan wajahnya karena malu dan mungkin bahagia. Aku pikir untuk menunjukkan kasih sayang kepada istriku tidak cukup dengan perbuatan, tapi harus dengan kata-kata pula. Entah kenapa, yang pasti menurutku hal ini sangat penting untuk dilakukan para suami kepada istri mereka.

ooOo

“Nurul, Mas Daus sama Mbak Nikmah mana?” tanya istriku kepada Nurul. Memang seperti biasanya setelah sholat Isya’ berjamaah kami melanjutkan makan malam bersama. Disinilah, biasanya kami saling berbagi cerita, sekaligus aku jadikan untuk forum tausiyah bagi anak-anakku.

“Firdaus, bagaimana …. sudah sholat istikharah dan dipikir masak-masak rencanamu untuk mengkhitbah teman adikmu itu?” tanyaku membuka forum tausiyah.

“Sudah Bi.” jawab Firdaus.

“Daus sudah mantap dengan pilihan Daus. Lagi pula dia juga dakwahnya bagus.”

“Ya…, kalau memang itu pilihanmu dan kamu juga sudah mantap, Abi sama Ummi setuju saja.” Kataku kepada putraku yang sulung ini.

“Abi sama Ummi cuma bisa mengingatkan saja kalau orang berumah tangga itu tidak sama dengan ketika kita berjalan di jalan aspal yang mulus. Pasti akan ada saja cobaan dan godaan.”

“Daus, orang menikah itu tidak cukup hanya berbekal kemampuan biologis dan harta, namun yang harus diperhatikan pula adalah kesiapan ilmu dan mental untuk menghadapi segala sesuatu.” timpal istriku.

“Dan itu tidak hanya dari satu pihak namun harus berasal dari kedua belah pihak, suami dan istri.”

“Apalagi, di jaman dan situasi seperti sekarang kita harus sabar dan tabah,” ujar istriku melanjutkan nasehatnya.

“Daus, apa yang disampaikan oleh Ummi itu benar. Oleh karena itu ingat baik-baik pesan Ummi.” Ujarku menegaskan.

“Kalau begitu, besok kamis, kita datang ke orang tuanya.”

“Kalau begitu, biar dik Nikmah saja besok yang ngasih tahu ke Aisyah kalau kita mau ke sana.” pinta Daus ke adiknya.

ooOoo

“Mi, anak-anak sudah ngumpul di ruang tengah?” tanyaku pada istriku.

“Sudah Bi.”

Sesaat aku menjadi ragu. Karena aku tidak tega kalau anak-anakku sedih apalagi shock. Tapi Istriku meyakinkanku kalau mereka insya Allah siap menerima kenyataan ini. Dengan didampingi istriku aku pun keluar kamar untuk berbicara dengan arak-anakku, terutama Firdaus, Nikmah dan Nurul.

“Kalian tahu kenapa Abi mengumpulkan kalian sekarang?” tanyaku kepada anak-anak.

“Tidak Bi.” Jawab mereka hampir bersamaan.

“Sebetulnya ada berita yang ingin Abi sampaikan kepada kalian.” tegasku.

“Kita semua tahu, kalau kita ini hidup untuk beribadah kepada Allah Swt.” ujarku berusaha menjelaskan kepada mereka.

“Nurul sudah pemah dikasih tahu sama Ummi?” tanyaku kepada Nurul.

“Sudah Bi.” Jawab Nurul sambil menganggukkan kepalanya.

“Dan makna kebahagiaan bagi kita sebagai seorang muslim yang sebenamya bukanlah dengan mendapatkan harta yang banyak, bukan pula dengan mendapatkan wanita yang cantik atau pria yang tampan, bukan pula dengan mendapatkan jabatan dan kekuasaan, dan juga bukan mendapatkan popularitas,” aku melanjutkan penjelasan.

“Kebahagiaan bagi kita yang sebenarnya adalah apabila kita dizinkan oleh Allah masuk ke surga-Nya”.ucapku sainbil memperhatikan wajah anak-anak.

“Dan untuk bisa masuk ke dalam surga haruslah mendapat keridhoan dari Allah. Dan keridhoan Allah hanya bisa kita dapatkan kalau kita mau menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.”

“Dakwah adalah salah satu aktivitas yang diwajibkan oleh Allah kepada seluruh kaum muslimin. Tidak terkecuali Abi”. Begitulah aku berbicara panjang lebar berusaha untuk memberitahu hal yang sebenarnya. Sesekali aku melihat wajah Nurul yang tampak serius dan tegang. Mungkin karena dia belum begitu mengenal dunia dakwah yang sebenamya. Nurul menjadi agak tegang. Ini berbeda dengan kedua kakaknya yang sudah mengenal betul dunia ini..

“Abi yakin kalian sudah paham mengenai perkara ini. Dan itulah aktivitas Abi yang sebenarnya. Abi tahu benar risiko yang akan dihadapi, tapi tak sedikitpun Abi takut,” ujarku meyakinkan mereka.

Semakin lama aku menjelaskan seakan-akan mulut ini semakin berat untuk mengucapkan. Dan hatiku merasa tidak tega menyampaikan berita ini kepada anak-anak. Tapi bagaimana pun juga, mereka harus tahu.

“Daus … Nikmah …. dan Nurul … dua hari yang lalu teman Abi ditangkap oleh aparat kepolisian ketika usai sholat shubuh di masjid Al-Hasanah. Bukan hanya dia, Ustad Is dan Abu Raihan juga ditangkap,” aku berusaha menjelaskan.

“Mereka ditangkap karena aktivitas dakwah yang mereka lakukan.” Sambil menarik nafas dalam-dalam aku melanjutkan kembali penjelasanku.

“Sekarang ini, teman-teman Abi dan juga Abi sedang di mata-matai oleh Intelijen.”

Kulihat mata Nikmah mulai merah seakan-akan menahan air matanya. Tapi aku tetap melanjutkan kata-kataku.

“Oleh karena itu, untuk sementara Abi tidak bisa tinggal bersama kalian. Abi harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari intaian intelijen. Segala urusan dan keperluan sehari-hari kalian akan dibantu oleh paman Ali.”

Aku melihat air mata Nikmah dan Nurul mulai membasahi pipinya. Kuhapus air mata mereka satu persatu seraya mendekap mereka. Kudekati Anakku Firdaus, kupeluk ia erat-erat.? Tak terasa air mataku pun berlinang.

Keesokan harinya setelah sholat shubuh berjamaah, aku masuk ke kamar menemui istriku yang sedang menyiapkan pakaian yang akan kubawa. Kulihat air matanya membasahi pipinya.

“Mi.., Ummi jangan menangis. Ummi harus ikhlas mengahadapi semua ini.” Aku berusaha menegarkan hati istriku.

“Abi minta maaf kalau selama ini Abi mengecewakan Ummi. Abi minta maaf kalau Abi tidak bisa memberikan apa-apa untuk Ummi. Abi juga minta maaf kalau selmna ini Abi belum bisa membahagiakan Ummi dan anak-anak” ucapku.

Tak terasa dadaku basah oleh air mata istriku. Aku bisa merasakan betapa sedih hatinya.? Belum pemah aku melihat istriku menangis seperti ini.

“Menangislah Mi……. menangislah! Keluarkan semua air mata Ummi, biar hati Ummi menjadi lega.”

Setelah istriku selesai menangis, kudekap istriku seraya membisikkan, “Kalau Ummi masih ingin menangis, menangislah. Tapi Abi berpesan, setelah Abi pergi Ummi jangan pernah menangis. Ummi harus tegar menghadapi semua ini.” Kulepaskan dekapanku perlahan-lahan lalu kugandeng tangannya kuajak keluar dari kamar untuk berpamitan dengan anak-anakku.

Kulihat diruang tengah, anak-anak sudah menungguku.

“Nurul…., Nurul harus jadi anak yang baik ya. Bantu Ummi sama Mbak Nikmah. Jadilah Nurul seperti Fatimah binti Muhammad saw.,” ucapku lembut. Kucium pipi Nurul yang basah oleh air matanya. Kudekap erat tubuh mungil Nurul dan dia pun membalas pelukanku. Dalam hati aku bersyukur kepada Allah kalau aku sudah diberi istri yang shalehah dan anak-anak yang shaleh dan shalehah pula.

Kulepaskan pelukanku perlahan-lahan dari tubuh Nurul. Aku berdiri mendekati Nikmah yang dari tadi menangis sambil memeluk Umminya. Kupandangi Istriku yang dari tadi berusaha menenangkan Nikmah.

“Nikmah…, ayo lihat ke Abi” kata istriku dengan lembut sambil menghadapkan wajah Nikmah kepadaku.

Kulihat mata putriku yang pertama ini sembab dan berwama merah. Kudekap ia erat-erat sambil berkata,” jangan menangis. Setiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan. Nikmah harus ikhlas menghadapi semuanya. Serahkan semua ini pada Allah”

Kulepaskan dekapan Nikmah perlahan-lahan, sambil kuseka air mata di pipinya. Perlahan-lahan kudekati anakku yang paling sulung. Berbeda dengan adik-adiknya, kulihat Firdaus lebih tegar menghadapi kenyataan ini. Kudekap juga anakku yang sulung ini.

“Jangan kecewakan Abi. Kamu harus menjadi pembela Islam. Kamulah satu-satunya harapan Abi saat ini. Jaga adik-adikmu dan Ummi,” tegasku.

“Kamu harus tegar dan sabar.” Kukecup keningnya sebagai tanda perpisahan.

Sebelum pergi, kuhampiri Istriku. Kukecup keningnya dan berpesan, “Jaga baik-baik anak-anak kita. Jadikan mereka seperti para sahabat Rasulullah. Jadikan mereka sebagai pembela dan pejuang-pejuang Islam.”

Kubuka pintu rumah perlahan-lahan, sambil memandangi mereka kuucapkan salam. Semakin jauh langkahku meninggalkan mereka, semakin yakin pula kalau kami akan bertemu lagi. Wahai Istriku dan anak-anakku, kalaupun di dunia kita tidak bisa bertemu lagi, kutunggu kalian di surga.[]




Blog EntryIbu mabuk lahirkan bayi mabukJun 11, '08 2:07 AM
for everyone
ini dia.. aku membaca berita baru....

Entah apa yang ada di pikiran ibu ini. Sudah tahu dirinya akan melahirkan, dia sempat-sempatnya meminum alkohol hingga mabuk. Buntutnya, dia pun melahirkan bayi yang mabuk!

Peristiwa ini terjadi di Warsawa, Polandia seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (11/6/2008).

Para dokter di sebuah rumah sakit di Otwock, di pinggiran Warsawa kaget melihat seorang ibu yang mendaftar untuk melahirkan. Dengan perutnya yang membesar, wanita itu terlihat jelas sedang mabuk berat.

Dokter pun menelepon polisi. “Tes darah menunjukkan wanita berumur 38 tahun itu memiliki level 1,2 gram alkohol saat melahirkan,” kata juru bicara kepolisian Dorota Tietz.

Level 1,2 gram alkohol per 1.000 gram darah setara dengan sebotol anggur atau dua liter bir untuk orang dewasa. Namun dampaknya akan meningkat pada tubuh mungil bayi baru lahir.

Akibatnya, level alkohol pada tubuh bayi yang dilahirkan wanita pemabuk tersebut sangat mencengangkan. Bayi mungil itu didapati memiliki level 2,9 gram alkohol! Jumlah ini hampir 15 kali lipat di atas limit alkohol pada orang dewasa yang diizinkan untuk mengemudi.

Limit alkohol-darah untuk para pengemudi di Polandia adalah 0,2 gram.

“Nyawa bayi saat ini tidak dalam bahaya, namun para dokter mengkhawatirkan dampaknya (alkohol) pada perkembangannya,” kata Tietz.

Ditambahkan Tietz, ibu sang bayi bisa diancam hukuman penjara maksimum lima tahun karena telah membahayakan nyawa dan kesehatan anaknya. sumber : Ibu Mabuk Lahirkan Bayi Mabuk!

 

Blog EntryAneh....Jun 10, '08 8:16 AM
for everyone
Assalamu'alaikum ....... 
mmm..... aku bingung sama multiply ku.... kenapa ya suka online sendiri?? padahal sudah off, tapi di situnya suka online sendiri! jangan-jangan......        hehehehe... ^_^
jadi maaf ya, kalau kalian liat aku online ternyata tidak online.... ^_^

Blog Entryibadahku...Jun 4, '08 7:32 AM
for everyone
 Dari dulu, pastinya kita selalu melakukan shalat 5 waktu... Alhamdulillah, aku senang sekali... aku bisa merasakan indahnya shalat, hatiku menjadi tenang, apa lagi saat-saat sujud rakaat terakhir. biasanya aku lama kalau sujud, pastinya untuk berdo'a dan memohon ampun kepada Allah. tapi kadang kalau di sekolah, aku malu kalau mau sujud lama-lama.. hehehehe....
Sekarang, aku ingin selalu mengingat Allah di manapun ku berada. hatiku menjadi serasa tenang, Alhamdulillah.... terima kasih ya Allah.... Aku sangat bersyukur.... Terima kasih ya Allah...  Sekarang, aku dan teman-temanku lagi mau puasa senin-kamis... senangnya bisa puasa bersama... ^_^

Blog EntryUAS...QJun 4, '08 7:24 AM
for everyone
 wah, tanggal 5 UAS deh.... wah, semoga aku di berikan nilai yang terbaik oleh Allah.... do'ain ya semuanya.... aku agak pesimis... soalnya banyak. mulai semester 1. do'ain aku ya... terima kasih semuanya... semoga yang lagi ujian juga berhasil ya... 

Blog EntryRUmah Q...Jun 1, '08 12:56 AM
for everyone
huh.... hari sabtu juga saat aku lagi Ice TAPE, di rumah ada kejadian! rumahku hampir kebakaran... itu gara-gara pembantuku lupa matikan apinya.. soalnya adikku nangis, cengeng mau di suapin makan .... huh... dan tepat saat itu tukang rumput datang... jadi bingung... bukain pintu, terus suapin adikku makan, lupa matiin api deh jadinya... 
20 menit, nggak ada yang tau.... pas pembantuku masuk dapur, rasanya mau pingsan! api besar keatas! waw! mengerikan! pancinnya udah item gosong! untungnya nggak kena kaya' kabel yang kalau kena bisa kebakaran ni rumah! huh.. alhamdulillah.... cepet-cepet di matiin kompornya... pancinya panaaaaaaaaaaaaaaaaaas banget! jadinya temboknya item-item.... sayang aku nggak liat... hehehehe... dasar anak nakal! kalau rumah ku kebakaran, gimana ya???? O_O tidaaaaaaaaak!!!

Blog EntryIce TAPEJun 1, '08 12:49 AM
for everyone
wah, aku pertama kali nih, ikut acara Ice TAPE... Ice Tape itu singkatannya... I nya itu Islamic CE nya aku lupa... Kalau TA nya itu Ta'lim n PE nya itu Pelajar... gitu...! acaranya gratis! tapi namanya CAFE Antariksa.... tempatnya di Perpustakaan umum... jadi tempatnya itu di buat kaya' Cafe... walau nggak terlalu mirip Cafe... hehehehe.. tapi gratis kok!  jadi pertama kita nulis nama dulu terus di kasi permen yang di tempelin kata-kata mutiara..! bagus banget! terus kita duduk di meja kecil yang isinya 5 orang per meja... aku dan teman ku di meja no 6.. tapi ber 4... pertama tu acaranya ada drama dari kakak SMA... judulnya sich Iblis... lucu banget! pokoknya hiburannya seru..! 
tiap meja ada kakak-kakak pendampingnya.. tapi tentu laki sama laki, perempuan sama perempuan... kita di kasi menu... jadi kita tinggal pilih makanan dan minuman yang kita mau... tapi 1 makanan, 1 minuman tiap orang. Gratis! walau pun makanan ringan (bukan nasi)... hehehehe.. asyik deh kita makan gratis... terus ada berita-berita... salah satu nya ada namanya Alia Sabur (kalau nggak salah nama). dia adalah profesor termuda di dunia.. umurnya 19 tahun... dan banyak lagi! terus tiap meja di suruh diskusi.... tentang masalah-masalah kecil dan cara penyelesaiannya. kelompokku sih pilih tentang nyontek... hehehehe... sebenarnya pingin tentang pacaran. supaya nggak banyak yang pacaran lagi.. hehehhe... tapi karna waktu habis dan yang paling mudah tu ttg nyontek, terpaksa deh, yang nyontek. 
lalu kita disuruh cari di bawah meja kita ada yang nempel... dan gawatnya itu ada di meja kelompokku! jadi kelompokku harus maju presentasikan yang tadi. tapi yang maju 1 orang saja.. wah! malah aku yang di tunjuk.. terpaksa deh, aku yang maju dengan malu dan belum selesai.....
wah, sebenarnya ceritanya panjang dan asyik! tapi takut nya nanti kalian bacanya bosen, langsung ke ending aja ya... terakhir, ada 4 hadiah.. yaitu CD... tapi aku bingung itu CD apa??? taunya aku juga dapet deh! gara-gara yang maju tadi.. ^_^ alhamdulillah kalau gitu.... terus acara selesai jam 4 lebih 15 menit dan itu menunjukan cuaca sudah sore.... pulang nya, hampir di marahin sih, tapi aku cerita, nggak di marahin deh..! hehehehe....

POKOKNYA SERU!!!!!

Blog EntryApa untungnya?Apr 19, '08 4:59 AM
for everyone
Akhir-akhir ini, aku sering banget dengerin kata-kata 'pacaran'.... hampir banyak sekali teman-temanku pacaran semua. Saat ku tanya apa orang tua mereka tau atau tidak.. pasti mereka menjawab " Orang tuaku nggak tau kok!" mereka kayaknya bahagia kalau pacaran. tapi pasti kalau putus, sedih. Kalau orang pacaran itu pasti ada berdua-duaannya, pegangan tangan, saling tatap mata, dan banyak deh! padahal yang ku tau, berdua-duaan tanpa ada orang lain itu nggak boleh. karena orang ke 3nya.....(setan). terus pegangan tangan juga. mereka kan bukan mahram. lalu tatap mata. bukannya di Al-Qur'an surat an-nur ayat 30-31 sudah di jelaskan. kalau nggak salah katakanlah kepada wanita/laki-laki yang beriman : hendaknya mereka.... pokoknya ada tulisannya jagalah pandangan.. ! (nggak sempet ambil Al-Qur'an) hehehe....
    aku pernah berdebat tentang masalah ini (padahal berdebat itu nggak boleh). katanya pacaran itu ada tingkatan-tingkatannya. terus ada positif negatif nya. menurutku pacaran tetap saja pacaran. pacaran itu kan mendekati zina. terus positifnya apa? katanya positifnya itu dia bisa menghargai orang dan bisa menjadi motifasi. motifasinya semacam untuk belajar. tetapi kenapa ia tidak membuat motifasi karena Allah saja? mengapa harus pacarnya? lagi pula kalau dia sudah tidak pacaran nanti dia putus belajar gara-gara motivasinya rusak? pokoknya aku nggak setuju kalau ada yang bilang pacaaran itu boleh! (maaf ya buat yang baca... aku marah-marah nih ngomongnya)
    sudah ah. pokoknya pacaran itu nggak boleh kalau menurutku. orang yang pertama harus kita cintai kan Allah. memangnya mereka pacaran karena Allah? ah, sudah lah. jangan bahas itu lagi. nanti pusing bacanya. ya sudah lah.... Syukran sudah mau membaca.... ^_^


Blog Entry7 keajaiban duniaApr 6, '08 8:15 AM
for everyone
Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari ‘Tujuh Keajaiban Dunia’.
Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi sbb :

1] Piramida
2] Taj Mahal
3] Tembok Besar Cina
4] Menara Pisa
5] Kuil Angkor
6] Menara Eiffel
7] Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, se orang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab, ‘Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya ‘keajaiban itu’. Sang guru berkata,’Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya’.
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, ‘Saya pikir, ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ itu adalah :

1] Bisa melihat,
2] Bisa mendengar,
3] Bisa menyentuh,
4] Bisa menyayangi,
5] Bisa merasakan,
6] Bisa tertawa, dan
7] Bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya ‘keajaiban’. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai ‘biasa’.

Sumber : http://ukhuwah.or.id/

Blog EntryOnline TrusMar 29, '08 6:15 AM
for everyone
    ininih, bingung sih mau nulis apa. tapi-gara-gara stu orang, jadi nulis ni deh,,,,
gini lho! dulu aku pernah OL trus seharian gak berhenti. dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. (menyedihkan!) gara-gara OL trus, jadi seneng chating sama teman-teman di MUltiply. terutama sama BEJEJENG. dia OL setia ku.
     gara-gara OL terus, ayahku menyuruhku OL sehari 1/2 jam aja. sedih. soalnya gak baek OL terus-terusan. nanti kecanduan. sama kaya rokok. hehehe... dan kalau di depan kom terus,,,, nanti Pake' KACAMATA! hiks, hiks, hiks... aku kan pakai kaca mata. Dan bisa-bisa kalian punya Motto: Tiada Hari Tanpa OL di Internet! bangkrut deh.
     kalau nanti kecanduan, nanti kalau nggak ada internet, pasti sedih jadinya. rasanya pingin OL lagi, OL lagi. hidup menjadi menderita tanpa Internet.
    jangan marah ya, yang baca, soalnya aku juga pingeeeeen banget OL kayak orang-orang... Keep Smile!

Blog EntryAbout meMar 21, '08 8:32 AM
for everyone
Maaf telat! supaya knal, baca aja ni...
    Nama ku Inas Basymeleh. Inas itu artinya Ceria (hehehe..) klo Basymeleh itu nama Marga. kalian bisa panggil dengan nama inas saja! sekarang aku tinggal di Malaisia (Malang Indonesia) Hehehe... (>_<) dulunya di jakarta. truz sebelum di jakarta, aku di bandung. pas di bandung tanggal 15 mei, aku lahir! aku 4 bersaudara. insyaAllah kalau selamat mau nambah lagi satu. Wah kaya adik! aku anak pertama. adikku yang kedua lahir di bandung juga sama denganku. adikku yang ke tiga lahir di Lombok (NTB). truz yang ke 4 lahir di Jakarta. Yang ke 5.... kayaknya in Ngalam City deh! (hehehe....) rumahku buanyaaaaaak banget. ada 5.555 sih rumahku. tapi aku suka di malang , truz adayang di jalan inasbasymeleh@yahoo.com lalu mtsn1.multiply.com! Cita-citaku.... apa ya? pokoknya jadi anak yang sholeh dan sholehah dulu! sebenarnya sih pingin jadi guru sama astronot (Sungguh terlalu!) hobiku gambar, internet, nyulam, fotografer dll... buanyak bangetz! aku sekolah di MATSANEWA. (Madrasah Tsanwiyah Negri Wahid). aku di kelas 7Ghe (7Ghenesis Assoy). di kelas semua anak punya julukan! klo aku... Ustadzah Gaul! hehehe... ^_^ klo soal makanan, pastinya buatan My Mother dong!
    Mmmm... Apa lagi ya? kayaknya gak ada yang penting. ya udah ya!!! Lam Knal

Blog EntryEmail NumpukMar 21, '08 2:55 AM
for everyone
Waw! di Multiply ini aku seneng banget banyak temennya! kupikir saat pertama membuat Multiply, tidak ada yang berkunjung dan comment ke Site ku... tapi saat aku liat site-site orang lain, tambah banyak yang liat site ku. banyak email datang padaku.
    aku liat site orang banyak yang guestbook nya sampai ribuan!  kupikir senang sekali  punya banyak teman. akhirnya aku punya banyak teman di sini. saat aku kenalan sama Bejejeng, Dyah, dan Shabrina, Guestbookku menjadi tempat Chating! dan saat ku buka email ku...
AAAAaaaa...
banyak banget. rasanya males buka semuanya. padahal dulu aku mengharapkan banyak orang ngirim email ke aku. saat itu menjadi kenyataan, aku menyesal.. betapa anehnya diriku...
     harusnya aku bersyukur ya banyak yang ngisi guest book tandanya tambah banyak pula temanku. jadi sadar,,, enak juga chating di multiply. lomba banyak-banyakan guestbook ada nggak ya?? hehehe....Orang yang aneh...

Blog EntryLomba UKSFeb 22, '08 7:18 AM
for everyone
Saat-saat Lomba UKS...
Saat lomba, meriaah banget!
Ada paduan suara, ada yang ngeliput, dan banyak banget!
Semua pokja berusaha yang terbaik agar Sekolah kami menang.
Dan mau tau hasilnya???
Ternyata...












MTsN Malang ini...












Menang juara 1 untuk maju ke tingkat Nasional!!!











Hehehe.....
Beneran lho! Aku nggak bohong!
Alhamdu....lillah....

Blog EntryHati-Hati Membicarakan Orang LainDec 5, '07 7:42 AM
for everyone

Membicarakan aib orang lain atau ghibah telah Allah haramkan secara jelas dan tegas di dalam kitab-Nya dan melalui lisan rasul-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. al-Hujurat:12)

Penjelasan tentang hakikat ghibah telah disebutkan di dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yaitu,
"Engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang dia tidak suka (untuk diungkapkan)." (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah mengharamkan kehormatan seorang mukmin dan mengaitkannya dengan hari Arafah, bulan haram, dan tanah haram. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari kalian ini, di bulan kalian ini, dan di negri kalian ini. Ingat! Bukankah aku telah menyampaikan?" (HR Muslim).

Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan dengan sangat tegas bahwa membicarakan aib dan kehormatan seorang mukmin itu lebih parah dibandingkan dengan seseorang yang menikahi ibunya sendiri. Diriwayatkan dari al-Barra' bin Azib radhiyallahu ‘anhu dia berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Riba itu mempunyai tujuh puluh dua pintu, yang paling rendah seperti seseorang yang menikahi ibunya. Dan riba yang paling besar yakni seseorang yang berlama-lama membicarakan kehormatan saudaranya." (Silsilah ash-Shahihah no. 1871)

Di dalam sebuah potongan hadist, riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Siapa yang berkata tentang seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak terjadi (tidak dia perbuat), maka Allah subhanahu wata’ala akan mengurungnya di dalam lumpur keringat ahli neraka, sehingga dia menarik diri dari ucapannya (melakukan sesuatu yang dapat membebaskannya).” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan al-Hakim, disetujui oleh adz-Dzahabi, lihat Silsilah ash-Shahihah no. 437)

Diriwayatkan dari Abdur Rahman bin Ghanam radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda,
"Sebaik-baik hamba Allah adalah orang yang jika dilihat (menjadi perhatian) disebutlah nama Allah, dan seburuk-buruk hamba Allah adalah orang yang berjalan dengan mengadu domba, memecah belah antara orang-orang yang saling cinta, dan senang untuk membuat susah orang-orang yang baik.” (HR. Ahmad 4/227, periksa juga kitab "Hashaid al-Alsun" hal. 68)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Wahai sekalian orang yang telah menyatakan Islam dengan lisannya namun iman belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian semua menyakiti sesama muslim, janganlah kalian membuka aib mereka, dan janganlah kalian semua mencari-cari (mengintai) kelemahan mereka. Karena siapa saja yang mencari-cari kekurangan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengintai kekurangannya, dan siapa yang diintai oleh Allah kekurangannya maka pasti Allah ungkapkan, meskipun dia berada di dalam rumahnya." (HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi 2/200)

Para salaf adalah orang yang sangat menjauhi ghibah dan takut jika terjerumus melakukan hal itu. Di antaranya adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, dia berkata, "Aku mendengar Abu ‘Ashim berkata, "Semenjak aku ketahui bahwa ghibah adalah haram, maka aku tidak berani menggunjing orang sama sekali." (at-Tarikh al-Kabir (4/336)

Al-Imam al-Bukhari mengatakan, "Aku berharap untuk bertemu dengan Allah subhanahu wata’ala dan Dia tidak menghisab saya sebagai seorang yang telah berbuat ghibah terhadap orang lain."

Imam Adz-Dzahabi berkomentar, "Benarlah apa yang beliau katakan, siapa yang melihat ucapan beliau di dalam jarh dan ta'dil (menyatakan cacat dan jujurnya seorang perawi) maka akan tahu kehati-hatian beliau di dalam membicarakan orang lain, dan sikap inshaf (obyektif) beliau di dalam mendhaifkan/melemahkan seseorang.

Lebih lanjut beliau (adz-Dzahabi) mengatakan, "Apabila aku (Imam al-Bukhari) berkata si Fulan dalam haditsnya ada catatan, dan dia diduga seorang yang lemah hafalannya, maka inilah yang dimaksudkan dengan ucapan beliau "Semoga Allah subhanahu wata’ala tidak menghisab saya sebagai orang yang melakukan ghibah terhadap orang lain." Dan ini merupakan salah satu dari puncak sikap wara'. (Siyar A'lam an -Nubala' 12/439)

Beliau juga mengatakan, "Aku tidak menggunjing seseorang sama sekali semenjak aku ketahui bahwa ghibah itu berbahaya bagi pelakunya." (Siyar a'lam an-Nubala' 12/441)

Para salaf apabila terlanjur menggunjing orang lain, maka mereka langsung melakukan introspeksi diri. Ibnu Wahab pernah berkata, "Aku bernadzar apabila suatu ketika menggunjing seseorang maka aku akan berpuasa satu hari. Aku pun berusaha keras untuk menahan diri, tetapi suatu ketika aku menggunjing, maka aku pun berpuasa. Maka aku berniat apabila menggunjing seseorang, aku akan bersedekah dengan satu dirham dan karena sayang terhadap dirham, maka aku pun meninggalkan ghibah."

Berkata imam adz-Dzahabi, "Demikianlah kondisi para ulama, dan itu merupakan buah dari ilmu yang bermanfaat." (Siyar: 9/228)

Bahkan seorang yang melakukan ghibah pada hakikatnya sedang memberikan kebaikannya kepada orang lain yang dia gunjing. Bahkan Abdur Rahman bin Mahdi berkata, "Andaikan aku tidak benci karena bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, maka tentu aku berharap tidak ada seorang pun di Mesir, ini kecuali aku menggunjingnya, yakni karena dengan itu seseorang akan mendapatkan kebaikan di dalam catatan amalnya, padahal dia tidak melakukan sesuatu." (Siyar: 9/195)

Maka para aktivis dakwah di masa ini yang melakukan ghibah atau membicarakan aib saudaranya sesama muslim dengan alasan untuk meluruskan kesalahan dan demi kebaikan, alangkah baiknya sebelum membicarakan orang lain merenung kan beberapa masalah berikut:

Pertama; Apakah yang dia lakukan itu adalah ikhlas dan merupakan nasihat untuk Allah subhanahu wata’ala, Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin? Ataukah merupakan dorongan hawa nafsu baik tersembunyi atau terang-terangan? Atukah itu merupakan hasad dan kebencian terhadap orang yang dia gunjing?

Memperjelas apa latar belakang yang mendorong untuk membicarakan orang lain sangatlah penting. Sebab berapa banyak orang yang terjerumus ke dalam ghibah dan menggunjing orang lain karena dorongan nafsu tercela sebagaimana tersebut di atas. Lalu dia menyangka bahwa yang mendorong dirinya untuk menggunjing adalah karena menyampaikan nasehat dan menginginkan kebaikan.

Ini merupakan ketergelinciran jiwa yang sangat pelik, yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia, kecuali setelah merenung dan berpikir mendalam penuh rasa ikhlas dan murni karena Allah subhanahu wata’ala.

Ke dua; Harus dilihat dulu bentuk masalahnya ketika membicarakan aib seseorang, apakah merupakan hal-hal yang di situ memang dibolehkan untuk ghibah ataukah tidak?

Ke tiga; Renungkan berkali-kali sebelum mengeluarkan kata-kata untuk membicarakan orang lain; Apa jawaban yang saya sampaikan nanti di hadapan Allah subhanahu wata’ala pada hari Kiamat jika Dia bertanya, "Wahai hamba-Ku si Fulan, mengapa engkau membicarakan si Fulan dengan ini dan ini?”

Hendaknya selalu ingat bahwa Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Dan ketahuilah bahwasannya Allah mengetahi apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 235)

Dan Ibnu Daqiq al-Ied juga telah berkata, "Kehormatan manusia merupakan salah satu jurang dari jurang jurang neraka yang para ahli hadits dan ahli hukum diam apabila telah berhadapan dengannya. (Thabaqat asy Syafi'iyyah al Kubra 2/18). Wallahu a’lam.

Sumber: “Manhaj Ahlussunnah fi an-Naqdi wal Hukmi ‘alal Akharin, hal 17-20, Hisyam bin Ismail ash-Shiini.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help